Pernah makan sambal terasi, cah kangkung atau tumis-tumisan
sejenisnya? bagaimana rasanya?? nikmat bukan? aroma dan citarasa khas
yang ada dalam
masakan tadi ternyata bersumber dari terasi.
Terasi atau
belacan adalah bumbu masak yang dibuat dari
ikan dan/atau
udang rebon (jembret;gamberetti-
it)
yang telah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi,
penggilingan atau penumbukan dan penjemuran yang berlangsung selama + 20
hari. Ke dalam produk terasi tersebut ditambahkan garam yang berfungsi
sebagai bahan pe
ngawet, berbentuk seperti pasta dan berwarna hitam-coklat, kadang
ditambah dengan bahan pewarna sehingga menjadi kemerahan. Terasi
merupakan bumbu penting dikawasan asia tenggara dan china selatan.
Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat
sambal terasi, tapi juga sering ditemukan dalam berbagai resep
tradisional Indonesia.
Jenis Terasi
Terasi yang banyak diperdagangkan di pasar, secara umum dapat
dibedakan menjadi dua macam berdasarkan bahan bakunya, yaitu terasi
udang dan terasi
ikan. Terasi
udang biasanya memiliki warna cokelat kemerahan, sedangkan terasi
ikan berwarna kehitaman dan terasi udang umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan terasi ikan.
Kandungan Unsur Gizi Terasi
Unsur gizi yang terkandung di dalam terasi cukup lengkap dan cukup
tinggi. Di samping itu dalam terasi udang terkandung yodium dalam jumlah
tinggi yang berasal dari bahan bakunya.
Pembuatan Terasi
A. Alat dan
Bahan
1. Alat
-

Timbangan.
-
Alat penghancur.
-
Tempat fermentasi.
-
Perangkat penjemuran.
-
Wadah plastik.
-
Kain saring
2.Bahan
. Bahan Baku
a.Terasi Ikan
Beberapa jenis
ikan yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan terasi ikan
adalah ikan Selar gatel (Rembang), Badar/Teri (Krawang) dan sebagainya.
Kepala ikan har
us dibuang terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut
b.Terasi Udang
Adapun bahan baku yang digunakan dalam pembuatan terasi udang adalah berupa rebon atau udang kecil denga
n ukuran panjang berkisar antara 1 cm – 2,1 cm (membujur), lebar 0,3 cm dengan warna keputihan.
-Bahan pembantu
a.Garam
Pada pembuatan terasi, garam memiliki fungsi ganda, yaitu seabagai berikut:
-Untuk memantapkan cita rasa terasi yang dihasilkan.
-Pada konsentrai 20% ( 200 g/kg bahan baku), garam mampu berperan
sebagai bahan pengawet, namun dalam konsentrasi lebih dari 20% justru
akan menggangu proses fermentasi.
b.Pewarna
Untuk memperbaiki penampilan maka sering dilakukan penambahan bahan
pewarna buatan dalam terasi. Ke dalam terasi udang sering ditambahkan
warna coklat atau merah, sedangkan ke dalam terasi ikan sering
ditambahkan warna kehitaman (campuan antara warna merah dan hijau).
Adapun konsentrasi pewarna yang digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk menjamin keselamatan konsumen, sebaiknya digunakan bahan pewarna
yang diizinkan penggunaannya oleh pemerintah (SII).
c.Kain Saring atau Daun Pisang.
Pada pelaksanaan fermentasi, adonan terasi peru dibagi dalam
beberapa bagian kecil dan kemudian dibungkus dengan kain saring atau
daun pisang yang diiris di beberapa tempat, sehingga adonan tersebut
terlindung dari cemaran debu dan air, sementara aerasi udara tetap dapat
berjalan lancar.
B. Cara Pembuatan Terasi
-
Ikan dicuci bersih untuk membuang kotoran dan lumpur yang melekat kemudian ditiriskan.
-
Tambahkan garam sebanyak 5% dari berat udang/ikan dan pewarna sesuai dengan warna yang diinginkan kemudian diaduk rata.
-
Tempatkan campuran tersebut pada wadah tampah dan ratakan agar ketebalannya 1 – 2 cm.
-
Jemur sampai setengah kering sambil diaduk selama penjemuran agar merata tingkat kekeringannya.
-
Giling / tumbuk agar halus dan di bentuk adonan gumpalan-gumpalan tersebut.
-
Hasil tumbukan berupa tumbukan-tumbukan bulat dibungkus dengan tikar atau
daun pisang kering. Biarkan selama satu hari sampai dua hari.
-
Jemur kembali sambil dihancurkan supaya cepat kering. Jika terlalu
kering dapat ditambahkan air. Waktu penjemuran 3 – 4 hari dan kondisi
dijaga agar tidak terlalu kering.
-
Buat gumpalan-gumpalan kembali dan bungkus dengan daun pisang kering.
-
Simpan selama 1 – 4 minggu, supaya terjadi proses fermentasi sampai tercium bau khas terasi.