Jika kita mendengar kata
“terasi” yang terlintas dibenak kita kalau tidak bumbu penyedap, baunya yang
tajam ataupun udang yang menyelimuti isinya. Terasi lazim digunakan sebagai
bumbu penyedap atau sebagai tambahan komponen makanan. Ada lirik yang
mengatakan “hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga” yang artinya kering dan
dangkal. Begitu juga dengan kehadiran terasi. Menyantap lalapan atau makanan
khas sunda rasanya kurang lengkap jika tidak menyuguhkan sambal terasi yang
pastinya membuat pecinta makanan semakin lahap untuk menyantap hidangan yang
disuguhkan.
Ada beberapa orang yang berusaha
menghidari terasi, ada juga yang menggemarinya sebagai tambahan penyedap. Tapi
jangan salah, si hitam ini ternyata mempunyai khasiat yang cukup banyak dibalik
penampilan dan aroma yang tidak mengenakan. Warna dan bau boleh tidak menarik,
tapi kandungan cukup bermanfaat.
Untuk itu tidak ada salahnya
jika kita menelaah lebih jauh tentang terasi. Bukan untuk mengetahui bagaimana
pembuatan terasi, melainkan menguak lebih dalam tentang khasiat dibalik si
hitam yang menawan.
Terasi merupakan produk awetan yang bahan bakunya berupa udang atau ikan
melalui proses fermentasi,penggilingan dan penjemuran yang dilakukan selama
kurang lebih 20 hari dengan menggunakan bahan pengawet yang alami yaitu garam.
Pada umumnya terasi terbuat dari udang-udang kecil yang berwarna kelabu dengan
sirip kemerah-merahan yang biasa disebut rebon atau bisa juga menggunakan ikan
sebagai bahan utamanya.
Lantas apa yang menjadi keistimewaan terasi?
Si hitam ini ternyata memiliki manfaat di dalam kandungannya. Selain jelas
untuk bumbu masakan. Dalam terasi terkandung Vitamin B 12. Ini bukan mitos atau
pun kabar burung, melainkan fakta yang masih banyak orang tidak mengetahuinya.
Di Thailand sendiri nampla atau terasi sudah dikenal khasiatnya. Terasi hampir
selalu terdapat dalam susunan makanan sehari-hari masyarakat di sana. Jadi tak
heran jika di Thailand terasi dianggap memiliki khasiat yang sama dengan
makanan lainnya. Khasiat serta kandungan terasi dipengaruhi beberapa hal antara
lain, bahan baku,cara pengolahan dan penanganan akhir.
Hasil penguraian protein bisa berupa peptone dan asam-asam amino. Proses
fermentasi juga menghasilkan ammonia, yang mengakibatkan terasi mentah
mempunyai aroma yang kurang sedap atau sangat tajam. Asam amino esensial
tertinggi pada terasi adalah leusin, sedangkan yang nonesensial adalah asam
amino glutamate. Tingginya tingkat asam glutamate inilah yang menyebabkan
terasi cocok digunakan sebagai komponen bumbu bahkan dapat menggantikan vetsin.
“Saat fermentasi dapat menghasilkan aroma yang khas. Komponen aroma atau bau
tersebut adalah senyawa yang menguap, terdiri dari 16 macam senyawa
hidrokarbon, 7 macam alcohol, 46 macam karbonil, 7 macam lemak, 34 macam
senyawa nitrogen, 15 macam senyawa belerang, serta 10 macam senyawa lainnya,”
tandas Giska.
Vitamin B 12 Baik Untuk Pembentukan Darah
Vitamin B12 sendiri berguna untuk pembentukan darah normal. Kekurangan vitamin
ini akan menyebabkan anemia megaloblastik. Vitamin B12 berperan penting pada
saat pembelahan sel yang berlangsung dengan cepat.Vitamin B 12 memelihara
lapisan yang mengelilingi dan melindungi serat syaraf dan mendorong pertumbuhan
normalnya. Selain itu juga berperan dalam aktifitas dan metabolisme sel-sel
tulang.
Untuk itu diperlukan kejelian dalam memilih terasi yang bermutu. Karena tidak
semua jenis terasi yang beredar dipasaran baik kualitasnya. Ini semua juga akan
mempengaruhi mutu, aroma serta kandungan di dalamnya.
Terasi yang baik adalah terasi yang berwarna gelap,tidak terlalu keras atau
lembek, dengan kandungan protein antara 15-20 persen. Janganlah memilih terasi
yang berwarna merah, karena warna merah dihasilkan dari bahan campuran tekstil
atau dikenal Rhodamin B. Tambahan Rhodamin B akan menyebabkan terasi tampak
berwarna merah.
Dengan uraian di atas , bukan berarti Anda bebas memakan terasi begitu saja.
Apalagi dijadikan sebagai makanan utama. Karena terasi bukan sumber gizi
melainkan hanya bahan tambahan.
“Derajat keasaman yang dikandung terasi lebih dari 5. Untungnya, kandungan air
bebas atau air tidak terikat dalam terasi sangat rendah, yakni 0,6. Dengan
begitu, terasi tidak mudah ditumbuhi kuman atau mikroba patogen. Biasanya,
kuman patogen mudah tumbuh subur dalam bahan yang mengandung air bebas di atas
0,9. Jadi, dari segi keamanan mikrobiologi, tak ada yang perlu dikhawatirkan
saat mengonsumsi terasi” imbuh Dr Ratih Dewanti MSc, kepala Laboratorium
Mikrobiologi Pangan, IPB.
Kandungan Gizi dan Manfaat
Terasi
Sumber protein
Selama ini udang rebon sering dikategorikan sebagai udangnya kaum marginal.
Dibandingkan dengan udang lainnya, rebon jauh lebih murah harganya. Namun, dari
nilai gizi, udang rebon tidak kalah dari jenis udang lain. Kandungan gizi
terasi per 100 g dapat dilihat pada tabel.
Seperti hewan air lainnya, udang rebon merupakan sumber protein hewani yang
sangat baik. Seratus gram udang rebon segar mengandung protein sebesar 16,2
gram. Kandungan ini hampir sama dengan kandungan protein pada udang segar.
Karena itu, anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan disarankan banyak
mengonsumsi udang, termasuk rebon. Udang juga mengandung vitamin D yang sangat
baik untuk pertumbuhan tulang.
Protein merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Protein berperan penting dalam pembentukan
sel-sel dan jaringan baru tubuh untuk memelihara pertumbuhan dan perbaikan
jaringan yang rusak.
Pada anak-anak, protein sangat berperan dalam perkembangan sel otak. Pada orang
dewasa, bila terjadi luka, memar, dan sebagainya, protein dapat membangun
kembali sel-sel yang rusak.
Protein juga bisa menjadi bahan untuk energi bila keperluan tubuh akan
karbohidrat dan lemak tidak terpenuhi. Protein pada udang termasuk protein
lengkap karena memiliki semua asam amino esensial.
Pemanfaatan protein oleh tubuh sangat ditentukan oleh kelengkapan dan jumlah
asam amino esensial yang terkandung di dalamnya. Semakin lengkap komposisi asam
amino esensial dan semakin banyak jumlahnya, semakin tinggi manfaat protein
tersebut di dalam tubuh.
Kaya kalsium & fosfor
Keunggulan lain dari udang adalah kandungan kalsiumnya yang tinggi. Seratus
gram udang rebon segar mengandung 757 mg kalsium, sedangkan dalam 100 gram
udang rebon yang sudah dikeringkan sebanyak 2.306 mg. Dengan demikian, konsumsi
udang rebon sangat baik untuk mencegah osteoporosis.
Keunggulan lain dari udang rebon adalah kandungan fosfornya yang cukup tinggi.
Banyak orang beranggapan bahwa tulang keropos terjadi karena kekurangan kalsium
saja, sehingga dalam pencegahan atau pengobatannya hanya difokuskan pada
konsumsi kalsium.
Ini adalah mitos yang tidak benar. Kalsium baru bisa bermanfaat bila di dalam
tubuh juga tersedia fosfor yang cukup untuk mengimbangi kalsium.
Perbandingan konsumsi kalsium dan fosfor yang sangat ideal untuk mencegah
tulang keropos adalah 2:1. Satu-satunya jenis pangan dengan rasio seperti itu
adalah air susu ibu (ASI). Pada udang rebon segar, perbandingan kalsium dan
fosfor adalah 2,6:1.
Agar pemanfaatan kalsium pada udang rebon berlangsung optimal, konsumsi rebon
harus diimbangi makanan yang kaya fosfor, seperti sayuran dan buah-buahan.
Sumber zat besi
Selain baik untuk tulang, konsumsi makanan kaya kalsium juga dapat membantu
mengontrol kadar kolesterol di dalam darah. Penelitian Margo A. Denke dari
University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, Amerika Serikat,
menunjukkan pemberian suplemen kalsium pada pria dapat menurunkan kolesterol
jahat (LDL) hingga 11 persen bila dibandingkan dengan makanan yang berkalsium
rendah.
Meskipun demikian, peran kalsium akan menjadi optimal bila didukung sederetan
cara lain untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Contohnya, konsumsi
makanan berlemak rendah dan berserat tinggi, terutama sayuran dan buah-buahan.
Udang rebon juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Kadar zat besi per
100 gram udang rebon basah dan kering adalah 2,2 mg dan 21,4 mg. Zat besi
sangat diperlukan tubuh untuk membentuk hemoglobin yang berperan sebagai
pengangkut oksigen dalam darah.
Kehadiran oksigen yang cukup sangat diperlukan untuk fungsi normal seluruh sel
tubuh. Bila darah kekurangan oksigen, fungsi sel-sel di seluruh tubuh bisa
terganggu.
Sudah pada tau kan manfaat terasi? jadi jangan pada ragu untuk mengkonsumsi terasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar